Disconnected
Jakarta, 16 Juli 2018 14.00 WIB
Menurutmu apa sih hal yang keji di dunia ini yang bisa terjadi dalam hidupmu? Bagi saya, salah satunya adalah kesepian.
Kesepian itu hal lumrah dalam kehidupan modern serba berbasis teknologi ini. Kita connect dengan teknologi untuk disconnected dengan apa yang ada di sekitar kita, saat ini, detik ini, momen ini. (Riset)
Hiruk pikuk hidup di dunia maya menjadi penting. Masalahnya, belakangan ini seakan terputus dari keduanya—dunia nyata dan maya sekaligus! Terkesan lebay, tapi beneran... rasanya sepi tuh kayak menggigit, menggerogoti pikiran dan hati saya.
Saya nggak bisa kasih rincian kapan ini dimulai, tapi rasanya sejak saya benar-benar putus hubungan dengan pacar, sepi itu menjadi teman yang paling setia. Saya nggak bilang pacar itu segalanya. Tapi kehilangan pacar itu samanya kehilangan teman berbagi sekaligus teman jalan. Kebetulan, dia salah satu orang yang bisa saya percayai untuk kedua hal itu secara rutin.
Gimanapun seiiring betambahnya umur, teman-teman punya kesibukan sendiri mulai dari kerjaan hingga pacar. Kadang, ada hal-hal yang sebaiknya kita simpan sendiri daripada cerita ke keluarga. Setuju nggak?
Sejak saya sekolah dan kuliah, memang jarang ada teman saya yang suka diajak ngobrol lewat chatting, lebih sering ketemu langsung. Tapi, sayangnya saya nggak lagi dalam posisi bisa follow up sama temen-temen saya juga. Kadang interest juga udah beda, kesibukan beda, tujuan beda, jadi banyaknya kadang suka nggak nyambung sama temen-temen lama.
Mau ketemu orang baru juga rasanya agak sulit. Bukannya nggak bisa. Tapi pioritas lagi ada di keluarga saya. Ada mama saya yang lagi sakit, adik yang perlu diurus. Sementara, papa saya juga sibuk kerja. Jadi, waktu untuk diri sendiri dan teman-teman jadi lebih sedikit.
Ketika sepi itu hadir, apa yang biasa saya lakukan untuk mengusirnya sering kali nggak mempan. Nonton di rumah, denger lagu, kadang baca juga malas. Entah. Rasanya dorongan untuk ngomong sama orang lain lebih tinggi, tapi nggak tahu mau ngomong sama siapa. Makanya, saya hadir di sini.
Menurutmu apa sih hal yang keji di dunia ini yang bisa terjadi dalam hidupmu? Bagi saya, salah satunya adalah kesepian.
Kesepian itu hal lumrah dalam kehidupan modern serba berbasis teknologi ini. Kita connect dengan teknologi untuk disconnected dengan apa yang ada di sekitar kita, saat ini, detik ini, momen ini. (Riset)
Hiruk pikuk hidup di dunia maya menjadi penting. Masalahnya, belakangan ini seakan terputus dari keduanya—dunia nyata dan maya sekaligus! Terkesan lebay, tapi beneran... rasanya sepi tuh kayak menggigit, menggerogoti pikiran dan hati saya.
Saya nggak bisa kasih rincian kapan ini dimulai, tapi rasanya sejak saya benar-benar putus hubungan dengan pacar, sepi itu menjadi teman yang paling setia. Saya nggak bilang pacar itu segalanya. Tapi kehilangan pacar itu samanya kehilangan teman berbagi sekaligus teman jalan. Kebetulan, dia salah satu orang yang bisa saya percayai untuk kedua hal itu secara rutin.
Gimanapun seiiring betambahnya umur, teman-teman punya kesibukan sendiri mulai dari kerjaan hingga pacar. Kadang, ada hal-hal yang sebaiknya kita simpan sendiri daripada cerita ke keluarga. Setuju nggak?
Sejak saya sekolah dan kuliah, memang jarang ada teman saya yang suka diajak ngobrol lewat chatting, lebih sering ketemu langsung. Tapi, sayangnya saya nggak lagi dalam posisi bisa follow up sama temen-temen saya juga. Kadang interest juga udah beda, kesibukan beda, tujuan beda, jadi banyaknya kadang suka nggak nyambung sama temen-temen lama.
Mau ketemu orang baru juga rasanya agak sulit. Bukannya nggak bisa. Tapi pioritas lagi ada di keluarga saya. Ada mama saya yang lagi sakit, adik yang perlu diurus. Sementara, papa saya juga sibuk kerja. Jadi, waktu untuk diri sendiri dan teman-teman jadi lebih sedikit.
Ketika sepi itu hadir, apa yang biasa saya lakukan untuk mengusirnya sering kali nggak mempan. Nonton di rumah, denger lagu, kadang baca juga malas. Entah. Rasanya dorongan untuk ngomong sama orang lain lebih tinggi, tapi nggak tahu mau ngomong sama siapa. Makanya, saya hadir di sini.
Comments
Post a Comment