Titik Terang
Jakarta, 23 Juli 2018 14.01 WIB
Pernah dengar soal Law of Attraction? *insert penjelasan*
Belakangan emosi saya agak meledak-ledak lagi. Lelah, asumsi saya. Saya bingung mau lampiaskan pada siapa. Jelas nggak mungkin ke keluarga. Teman? Nggak juga. Akhirnya, seakan alam semesta mempertemukan saya dengan psikolog dari Klee.id, namanya Bu Debora.
Setelah sekian lama pencarian psikolog yang pas, untuk kali ini saya akui bahwa Bu Debora memenuhi kriteria yang pas. Dia reaktif terhadap apa yang saya ceritakan, terlebih lagi sebagai psikolog senior dia punya banyak sejarah menangani kasus. Apalagi saya dengan adik saya yang autisme, ternyata Bu Debora salah seorang penggiat autisme juga. Dia, meski belum ketemu adik saya, dia bisa kasih gambaran kasar tentang adik saya juga.
I mean, saya benar-benar bersyukur bisa bertemu Beliau.
Dia memetakan masalah saya sebagai kekurangan afeksi. Bagaimana saya punya banyak hal yang menjadi titik stres, tapi saya nggak punya dukungan dari orang terdekat. Gimanapun masa kecil yang dingin dan jauh dari orangtua membuat saya enggan bergantung dengan keduanya. Apalagi keduanya sama-sama belum punya mental yang sehat dan bahagia. Yang ada cerita keluh kesah saya hanya akan jadi beban.
Sementara, saya juga nggak bisa meraih teman atau pacar baru kan?
Di sinilah dia meminta saya untuk membantu keluarga saya berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Mama dengan segudang kegiatan yang perlu disusun, Thomas yang perlu mainan baru yang lebih positif, Papa yang perlu menekuni hobi di rumah. Urgensi untuk melakukan I-You Message pada keluarga dan membuat aturan dalam keluarga, termasuk laporan harian mama.
Bu Debora memberikan sistematika yang logis dan less stressful buat saya. Seneng banget sumpah! Meski dompet agak meraung-raung haha.
Pernah dengar soal Law of Attraction? *insert penjelasan*
Belakangan emosi saya agak meledak-ledak lagi. Lelah, asumsi saya. Saya bingung mau lampiaskan pada siapa. Jelas nggak mungkin ke keluarga. Teman? Nggak juga. Akhirnya, seakan alam semesta mempertemukan saya dengan psikolog dari Klee.id, namanya Bu Debora.
Setelah sekian lama pencarian psikolog yang pas, untuk kali ini saya akui bahwa Bu Debora memenuhi kriteria yang pas. Dia reaktif terhadap apa yang saya ceritakan, terlebih lagi sebagai psikolog senior dia punya banyak sejarah menangani kasus. Apalagi saya dengan adik saya yang autisme, ternyata Bu Debora salah seorang penggiat autisme juga. Dia, meski belum ketemu adik saya, dia bisa kasih gambaran kasar tentang adik saya juga.
I mean, saya benar-benar bersyukur bisa bertemu Beliau.
Dia memetakan masalah saya sebagai kekurangan afeksi. Bagaimana saya punya banyak hal yang menjadi titik stres, tapi saya nggak punya dukungan dari orang terdekat. Gimanapun masa kecil yang dingin dan jauh dari orangtua membuat saya enggan bergantung dengan keduanya. Apalagi keduanya sama-sama belum punya mental yang sehat dan bahagia. Yang ada cerita keluh kesah saya hanya akan jadi beban.
Sementara, saya juga nggak bisa meraih teman atau pacar baru kan?
Di sinilah dia meminta saya untuk membantu keluarga saya berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Mama dengan segudang kegiatan yang perlu disusun, Thomas yang perlu mainan baru yang lebih positif, Papa yang perlu menekuni hobi di rumah. Urgensi untuk melakukan I-You Message pada keluarga dan membuat aturan dalam keluarga, termasuk laporan harian mama.
Bu Debora memberikan sistematika yang logis dan less stressful buat saya. Seneng banget sumpah! Meski dompet agak meraung-raung haha.
Comments
Post a Comment